"Damai Menyejukkan" Official Blog of Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Nurussalam

Video of the Day

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Maret 16, 2012

0

Puisi Alay Santri Noesa


Oh Adinda , wajahmu indah nan cantik dihiasi jilbab 
laksana indahnya kubah Masjid  di Depok yang berhiaskan emas

Oh Adinda , sinar matamu sejuk
 laksana pancuran air wudhu

Oh Adinda , tebalnya alismu
 laksana tebalnya huruf AlQuran di awal Juz

Oh Adinda , tipisnya bibirmu
 laksana tipisnya Kitab Mukhtashor Jiddan

Oh Adinda , kata-katamu penuh hikmah
laksana Kitab Al-Hikam

Oh Adinda , suaramu indah
laksana lantunan ayat-ayat Al-Quran

Oh Adinda , kata-katamu penuh pengajaran bagi yang mendengarnya
laksana Kitab Ihya'Ulumuddin

Oh Adinda , kulitmu putih, bersih nan halus
 laksana Mukena yang baru dibeli di Bringharjo

Tapi Adinda , waktu demi waktu ...
 hari demi hari… kulitmu menjadi kasar , kusam dan pecah-pecah 
laksana bedug Masjid Krapyak.

He17x ... jus kepiting…
                                            
                                                                                       Oleh: Sef_V’sef Saefulloh


Februari 02, 2012

0

Apa yang kau cari?


Akhirnya tumpahlah suatu pertumpahan
Dimana imaji tak lagi mampu mengimbangi
Suatu pertumpahan yang telah lama menghiasi dunia ide
Berteman nafas beralun musik darah dengan ritme degupan jantung

Begitu cerobohnya kau menduakan niat-niat
Sehingga dengan mudahnya mencampakkanku
Membiarkan niat sekundermu tumbuh lebat di kebon belakang
Menari-nari bersama rumput ilalang yang tersapu angin malam

Bangunlah dari tidur panjangmu yang terjaga
Sudahkah kau merasa cukup dengan hanya meneguk segelas air mineral
Atau kini kau merasa bahwa harus meminum air laut
Saat menyadari betapa kerdilnya ilmumu dihadapan samudra

Bagaimana bisa aku bersembunyi hilang ditelan ufuk senja
Sementara kau begitu asyik memainkan peran snobistis
Betapa pengecutnya kau berdiam diri dalam kebodohan
Kenapa harus aku yang mengukur dalamnya kekosongan ilmu kamu

Apa sih yang sebenarnya kau cari di Nurussalam ???
Pertanyaan itu akan mengalir disungai menuju laut menjadi samudra ketidaktahuanmu.


oleh : Si peci miring



Social Time

Facebook
Like Us
Google Plus
Follow Us
Instagram
Follow Us
Youtube
Subscribe Us

Subscribe to our newsletter

(Get fresh updates in your inbox. Unsubscribe at anytime)